2 Macam Isomer Senyawa Hidrokarbon: Pengenalan dan Penjelasan Mendalam

Kenji

Isomerisme adalah salah satu konsep penting dalam kimia organik. Isomerisme terjadi ketika dua atau lebih senyawa memiliki rumus molekul yang sama tetapi susunan atom yang berbeda. Pada artikel ini, kita akan membahas 2 macam isomer senyawa hidrokarbon, yaitu isomer rantai dan isomer posisi. Kedua macam isomer ini memiliki perbedaan dalam susunan atom karbon mereka. Mari kita jelajahi lebih lanjut tentang isomer-isomer ini dan bagaimana mereka mempengaruhi sifat-sifat senyawa hidrokarbon.

Isomer Rantai

Isomer rantai terjadi ketika dua senyawa memiliki jumlah atom karbon yang sama tetapi memiliki susunan rantai karbon yang berbeda. Dalam isomer rantai, atom karbon dihubungkan dalam urutan yang berbeda, yang menghasilkan senyawa dengan sifat-sifat yang berbeda. Misalnya, kita dapat membandingkan isomer rantai dari butana (C4H10):

  • Butana memiliki susunan rantai karbon yang lurus dengan empat atom karbon yang terhubung secara berurutan.
  • Isobutana, di sisi lain, memiliki rantai cabang dengan tiga atom karbon yang terhubung secara berurutan dan satu atom karbon yang terhubung ke atom karbon tengah.

Meskipun keduanya memiliki rumus molekul yang sama, isomer-isomer ini memiliki sifat fisik yang berbeda. Misalnya, butana adalah gas pada suhu kamar, sedangkan isobutana adalah gas pada suhu yang lebih rendah dan cair pada suhu kamar.

Isomer Posisi

Isomer posisi terjadi ketika dua senyawa memiliki susunan rantai karbon yang sama tetapi memiliki gugus fungsional yang terikat pada posisi yang berbeda dalam rantai karbon. Contoh yang baik dari isomer posisi adalah isomer-posisi heksana (C6H14):

Bagikan:

Tags