6 Jenis Mobilitas Penduduk di Indonesia: Pemahaman yang Mendalam

Kenji

Di dalam suatu negara, mobilitas penduduk adalah fenomena yang umum terjadi. Mobilitas penduduk mengacu pada perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain, baik dalam skala lokal, regional, maupun internasional. Di Indonesia, ada enam jenis mobilitas penduduk yang dapat diamati dan dikaji secara mendalam. Dalam artikel ini, kita akan membahas keenam jenis mobilitas penduduk tersebut dengan lebih rinci, meliputi urbanisasi, suburbanisasi, kontraurbanisasi, transmigrasi, migrasi internasional, dan penduduk nomaden. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai mobilitas penduduk di Indonesia, kita dapat memahami perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi dalam masyarakat.

1. Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan. Fenomena ini umum terjadi di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Urbanisasi sering kali terjadi karena adanya peluang ekonomi dan fasilitas yang lebih baik di kota-kota besar. Penduduk desa yang bermigrasi ke kota biasanya mencari pekerjaan yang lebih baik dan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih baik.

Contoh kasus urbanisasi di Indonesia adalah pertumbuhan pesat kota Jakarta. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi Jakarta meningkat hingga 10,5 juta jiwa pada tahun 2020. Faktor-faktor utama yang mendorong urbanisasi di Jakarta antara lain adalah peluang kerja yang lebih baik, infrastruktur yang lebih baik, dan akses terhadap berbagai layanan publik.

2. Suburbanisasi

Suburbanisasi adalah kebalikan dari urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari daerah perkotaan ke daerah pinggiran kota atau daerah pedesaan yang berdekatan dengan kota. Suburbanisasi sering terjadi karena harga tanah dan biaya hidup yang lebih rendah di daerah pinggiran kota dibandingkan dengan pusat kota. Selain itu, suburbanisasi juga terjadi karena adanya keinginan untuk hidup di lingkungan yang lebih tenang dan alami.

Bagikan:

Tags