8 Hormon yang Dihasilkan Kelenjar Hipofisis – Master of Gland

Kenji

Kelenjar hipofisis, yang juga dikenal sebagai kelenjar pituitari, merupakan salah satu kelenjar yang paling penting dalam tubuh manusia. Kelenjar ini berfungsi sebagai pusat pengendalian hormonal dan mengatur berbagai proses penting dalam tubuh. Hipofisis menghasilkan dan melepaskan berbagai hormon yang berperan dalam pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, dan fungsi organ-organ lainnya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi delapan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis dan peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.

1. Hormon Pertumbuhan (Growth Hormone/GH)

Hormon pertumbuhan, atau GH, adalah hormon yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. GH diproduksi oleh sel-sel khusus yang disebut somatotrof di kelenjar hipofisis anterior. Hormon ini berperan dalam meningkatkan sintesis protein, merangsang pertumbuhan tulang dan otot, dan mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat. Pada anak-anak, GH sangat penting untuk pertumbuhan tinggi badan yang normal, sedangkan pada orang dewasa, GH berperan dalam pemeliharaan massa otot dan pertumbuhan tulang yang sehat.

2. Hormon Prolaktin (Prolactin/PRL)

Prolaktin adalah hormon yang berperan dalam produksi ASI (Air Susu Ibu) dan pengaturan laktasi. Hormon ini diproduksi oleh sel-sel laktotrof di kelenjar hipofisis anterior. Prolaktin merangsang pertumbuhan dan perkembangan kelenjar susu pada wanita, serta memicu produksi ASI setelah melahirkan. Selain itu, prolaktin juga memiliki peran dalam pengaturan keseimbangan hormon seks dan fungsi sistem reproduksi pada pria dan wanita.

3. Hormon Adrenokortikotropik (Adrenocorticotropic Hormone/ACTH)

Hormon adrenokortikotropik, atau ACTH, adalah hormon yang merangsang kelenjar adrenal untuk memproduksi kortisol, hormon stres utama dalam tubuh. ACTH diproduksi oleh sel-sel khusus yang disebut sel-sel kortikotrof di kelenjar hipofisis anterior. Hormon ini berperan dalam mengatur respon tubuh terhadap stres, mengatur tekanan darah, dan menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan tubuh.

Bagikan:

Tags