PENAKUIS.COM – Natal identik dengan berbagai elemen yang menjadi pelengkap perayaannya, seperti pohon Natal, dekorasi, figur Santa Claus, dan sebagainya. Namun, hewan-hewan berikut juga memiliki peran penting dalam tradisi Natal. Ada yang menjadi simbol perdamaian, hidangan khas, hingga bagian dari cerita mitos yang membuat suasana meriah bagi anak-anak.
Penasaran? Selain rusa kutub yang terkenal sebagai penarik kereta Santa Claus, ada tiga hewan lainnya yang juga erat kaitannya dengan Natal. Yuk, simak selengkapnya!
1. Burung robin
Di Inggris, tradisi mengirim kartu Natal sudah dimulai sejak era Ratu Victoria. Saat itu, tukang pos mengenakan seragam berwarna merah untuk mengantarkan kartu tersebut, sehingga mereka dijuluki *robin* atau *redbreast*. Nama ini kemudian dikaitkan dengan burung robin, yang menjadi simbol khas Natal di Inggris.
Bahkan hingga kini, gambar burung robin sering tampil pada barang bertema Natal, seperti kartu ucapan, kertas kado, dan ornamen lainnya yang banyak dijual di supermarket selama musim Natal. Meski menjadi ikon Natal di Inggris, burung robin juga dapat ditemukan di negara lain seperti Rusia, Afrika Utara, hingga wilayah Timur Tengah.
Burung kecil ini memiliki panjang tubuh sekitar 14 cm dengan rentang sayap 22 cm. Matanya gelap dan bulat, sementara makanannya meliputi buah-buahan, biji-bijian, ulat, dan invertebrata lainnya.
2. Burung merpati
Merpati sudah lama dikenal sebagai simbol perdamaian dan cinta kasih, dan nilai ini juga tersambung erat dengan makna perayaan Natal. Dalam tradisi Kristen, merpati melambangkan Roh Kudus yang membawa pesan damai dan keindahan.
Simbol merpati sering terlihat di gereja-gereja seluruh dunia melalui bendera, kaca patri, atau dekorasi tertentu yang melambangkan Pentakosta. Burung ini sendiri memiliki tubuh mungil dengan kepala kecil serta warna bulu yang beragam—mulai dari putih, abu-abu hingga cokelat. Merpati juga dikenal jinak dan sangat cocok dipelihara.
3. Rusa kutub
Siapa tak kenal rusa kutub yang menjadi penarik kereta Santa Claus? Cerita ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Natal. Meski hanya mitos, kisah ini tetap membawa kebahagiaan bagi anak-anak dan menambah semarak suasana Natal.
Cerita tentang Santa Claus yang menaiki kereta luncur ditarik oleh delapan rusa kutub menjadi terkenal usai muncul dalam puisi *The Night Before Christmas* karya Clement Clarke Moore pada tahun 1823. Awalnya puisi ini hanyalah cerita untuk menghibur anak-anak Moore sendiri, hingga akhirnya diterbitkan dalam buku yang laris di pasaran. Sejak itu, rusa kutub menjadi ikon Natal yang mendunia.
Dalam kehidupan nyata, rusa kutub hidup di wilayah Tundra Arktik seperti Kanada, Alaska, Skandinavia, Rusia, dan Greenland.
4. Kalkun
Kalkun menjadi hidangan khas Natal di Inggris sejak era Ratu Victoria. Meski awalnya hidangan ini dipopulerkan oleh Raja Henry VIII sebagai makanan keluarga kerajaan, pada abad ke-19 kalkun mulai menjadi menu wajib Natal di kalangan umat Kristen di Inggris.
Alasan kalkun dipilih sebagai menu Natal sangat logis ukurannya yang besar cukup untuk disantap oleh seluruh anggota keluarga dalam acara kumpul bersama. Bahkan kini, diperkirakan ada sekitar 10 juta kalkun yang disantap setiap tahun selama perayaan Natal di Inggris.
Sebenarnya kalkun berasal dari Benua Amerika, khususnya daerah Amerika Serikat, Kanada, hingga Meksiko. Namun pada awal abad ke-16, penjelajah Spanyol membawa kalkun ke Eropa setelah kolonisasi. Selain ukurannya yang besar, daging kalkun juga mengandung banyak protein yang bermanfaat bagi tubuh.
Meski beberapa hewan hanya lekat dengan tradisi Natal di negara tertentu seperti Inggris contohnya burung robin sebagai maskot dan kalkun sebagai hidangan burung merpati memiliki makna simbolis bagi umat Kristen di seluruh dunia. Begitu pula dengan cerita Santa Claus bersama rusa kutubnya yang tetap menjadi ikon legendaris sepanjang masa.
Baca juga : 5 Hewan dengan Mata Terbanyak di Dunia, Ada yang Mencapai Seribu!

Tinggalkan Balasan