Persamaan Termokimia yang Termasuk Reaksi Eksoterm/Endoterm

Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari perubahan energi yang terjadi selama reaksi kimia. Reaksi kimia dapat berlangsung dalam dua jenis perubahan energi, yaitu eksoterm dan endoterm. Dalam artikel ini, kita akan membahas persamaan termokimia yang termasuk dalam reaksi eksoterm dan endoterm.

Pengertian Reaksi Eksoterm

Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang melepaskan energi ke lingkungan sekitarnya. Selama reaksi ini, energi panas dilepaskan dan suhu sekitar meningkat. Energi panas ini muncul sebagai produk dari reaksi.

Contoh reaksi eksoterm adalah pembakaran kayu. Saat kayu terbakar, energi panas dilepaskan ke lingkungan sekitarnya. Reaksi ini dapat dijelaskan dengan persamaan termokimia sebagai berikut:

CH4 + 2O2 -> CO2 + 2H2O + energi

Pada persamaan di atas, CH4 adalah metana yang merupakan salah satu komponen kayu. Metana bereaksi dengan oksigen (O2) membentuk karbon dioksida (CO2), air (H2O), dan energi panas.

Pengertian Reaksi Endoterm

Reaksi endoterm adalah reaksi kimia yang menyerap energi dari lingkungan sekitarnya. Selama reaksi ini, energi panas diserap dari lingkungan dan suhu sekitar menurun. Energi panas ini diperlukan agar reaksi dapat berlangsung.

Contoh reaksi endoterm adalah fotosintesis pada tumbuhan. Selama fotosintesis, tumbuhan menyerap energi matahari dan mengubahnya menjadi glukosa. Reaksi ini dapat dijelaskan dengan persamaan termokimia sebagai berikut:

6CO2 + 6H2O + energi -> C6H12O6 + 6O2

Pada persamaan di atas, tumbuhan menyerap karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) dari lingkungan sekitar serta energi dari matahari untuk membentuk glukosa (C6H12O6) dan oksigen (O2).

Persamaan Termokimia Reaksi Eksoterm

Persamaan termokimia untuk reaksi eksoterm dapat dituliskan dengan menggunakan panah tanda negatif (-ΔH). Tanda negatif menunjukkan bahwa energi dilepaskan selama reaksi.

Sebagai contoh, reaksi pembakaran metana (CH4) dapat dituliskan sebagai:

CH4 + 2O2 -> CO2 + 2H2OΔH = -802 kJ

Angka -802 kJ menunjukkan jumlah energi yang dilepaskan selama reaksi pembakaran metana.

Persamaan Termokimia Reaksi Endoterm

Persamaan termokimia untuk reaksi endoterm dapat dituliskan dengan menggunakan panah tanda positif (+ΔH). Tanda positif menunjukkan bahwa energi diserap selama reaksi.

Sebagai contoh, reaksi fotosintesis pada tumbuhan dapat dituliskan sebagai:

6CO2 + 6H2O + energi -> C6H12O6 + 6O2ΔH = +2800 kJ

Angka +2800 kJ menunjukkan jumlah energi yang diserap selama reaksi fotosintesis.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Energi

Perubahan energi dalam reaksi kimia dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan energi dalam reaksi termokimia adalah:

  • Jumlah mol zat yang direaksi: Semakin banyak jumlah mol zat yang direaksi, semakin besar perubahan energi yang terjadi.
  • Konsentrasi zat: Perubahan energi dapat dipengaruhi oleh konsentrasi zat. Semakin tinggi konsentrasi zat, semakin besar perubahan energi yang terjadi.
  • Suhu: Suhu juga mempengaruhi perubahan energi dalam reaksi termokimia. Semakin tinggi suhu, semakin besar perubahan energi yang terjadi.
  • Katalisator: Penggunaan katalisator dapat mempercepat atau menghambat reaksi kimia, tetapi tidak mempengaruhi perubahan energi.

Contoh Reaksi Eksoterm dan Endoterm dalam Kehidupan Sehari-hari

Reaksi eksoterm dan endoterm dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh reaksi eksoterm dan endoterm yang sering terjadi:

Reaksi Eksoterm:

  • Pembakaran kayu atau bahan bakar fosil
  • Pembakaran korek api
  • Pembekuan air
  • Reaksi asam dan basa

Reaksi Endoterm:

  • Proses fotosintesis pada tumbuhan
  • Penguapan air
  • Penguapan alkohol
  • Reaksi pewarna makanan dengan air

Frequently Asked Questions (FAQs)

1. Apa itu reaksi eksoterm?

Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang melepaskan energi ke lingkungan sekitarnya. Energi panas dilepaskan selama reaksi.

2. Apa itu reaksi endoterm?

Reaksi endoterm adalah reaksi kimia yang menyerap energi dari lingkungan sekitarnya. Energi panas diserap selama reaksi.

3. Bagaimana cara menulis persamaan termokimia untuk reaksi eksoterm?

Persamaan termokimia untuk reaksi eksoterm dituliskan dengan menggunakan panah tanda negatif (-ΔH).

4. Bagaimana cara menulis persamaan termokimia untuk reaksi endoterm?

Persamaan termokimia untuk reaksi endoterm dituliskan dengan menggunakan panah tanda positif (+ΔH).

5. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan energi dalam reaksi termokimia?

Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan energi dalam reaksi termokimia adalah jumlah mol zat yang direaksi, konsentrasi zat, suhu, dan penggunaan katalisator.

Kesimpulan

Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari perubahan energi dalam reaksi kimia. Reaksi kimia dapat berlangsung dalam dua jenis perubahan energi, yaitu eksoterm dan endoterm. Reaksi eksoterm melepaskan energi ke lingkungan sekitarnya, sedangkan reaksi endoterm menyerap energi dari lingkungan sekitarnya.

Persamaan termokimia untuk reaksi eksoterm dituliskan dengan menggunakan panah tanda negatif (-ΔH), sementara persamaan termokimia untuk reaksi endoterm dituliskan dengan menggunakan panah tanda positif (+ΔH). Perubahan energi dalam reaksi termokimia dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah mol zat yang direaksi, konsentrasi zat, suhu, dan penggunaan katalisator.

Reaksi eksoterm dan endoterm dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari, seperti pembakaran kayu, fotosintesis pada tumbuhan, dan penguapan air. Memahami persamaan termokimia dan perubahan energi dalam reaksi kimia penting untuk mempelajari dan memahami proses kimia yang terjadi di sekitar kita.

Dapatkan info dari Penakuis Terbaru tentang cpns,PGP,CPG,UT ,pppk dan kumpulan soal. Mari bergabung di Grup Telegram "Penakuis", caranya klik link https://t.me/penakuis, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Leave a Comment

Penakuis.com We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications