Praktikum Titrasi Asam Basa dan Contoh Bentuk Laporannya

Kenji

Pendahuluan

Titrasi asam basa merupakan salah satu metode analisis kimia yang paling umum digunakan di laboratorium. Praktikum ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan asam atau basa dengan menggunakan larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya. Titrasi asam basa sangat penting dalam banyak aplikasi industri seperti farmasi, makanan, dan lingkungan. Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah praktikum titrasi asam basa serta memberikan contoh bentuk laporannya.

Langkah-langkah Praktikum Titrasi Asam Basa

1. Persiapan Sampel dan Larutan Standar

Persiapan sampel dan larutan standar merupakan langkah pertama dalam praktikum titrasi asam basa. Sampel yang akan dianalisis harus dipersiapkan terlebih dahulu, baik itu berupa asam atau basa. Selain itu, larutan standar yang memiliki konsentrasi yang telah diketahui juga harus dipersiapkan. Larutan standar ini akan digunakan sebagai titran dalam titrasi.

2. Persiapan Buret dan Erlenmeyer

Setelah sampel dan larutan standar siap, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan buret dan Erlenmeyer. Buret adalah alat yang digunakan untuk menuangkan larutan standar secara perlahan ke dalam larutan sampel. Sedangkan Erlenmeyer adalah wadah tempat larutan sampel yang akan dititrasi.

3. Penentuan Indikator

Indikator adalah zat kimia yang digunakan untuk menunjukkan titik akhir titrasi. Pemilihan indikator yang tepat sangat penting dalam praktikum titrasi asam basa. Beberapa indikator umum yang digunakan adalah fenolftalein, metil jingga, dan bromtimol biru. Indikator ini akan berubah warna saat titik akhir titrasi tercapai.

Bagikan:

Tags