Proses Pengakuan Kedaulatan Indonesia dalam 2 Cara

Kenji

Pendahuluan

Proses pengakuan kedaulatan Indonesia merupakan peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Setelah melalui perjuangan yang panjang, Indonesia akhirnya berhasil meraih kemerdekaannya dari penjajahan Belanda pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun, perjuangan untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan internasional tidaklah mudah. Artikel ini akan membahas dua cara utama yang digunakan Indonesia dalam proses pengakuan kedaulatannya.

1. Proses Pengakuan Kedaulatan Melalui Negosiasi Diplomatik

Satu cara yang digunakan Indonesia untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan internasional adalah melalui negosiasi diplomatik dengan negara-negara lain. Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia mulai menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara di dunia. Dalam proses ini, Indonesia mengirimkan perwakilan diplomatiknya ke negara-negara tersebut untuk melakukan negosiasi dan meminta pengakuan kedaulatan.

Contoh nyata dari proses pengakuan kedaulatan melalui negosiasi diplomatik adalah ketika Indonesia berhasil mendapatkan pengakuan dari negara-negara di Asia Tenggara. Pada tanggal 2 September 1945, Indonesia berhasil mendapatkan pengakuan dari Filipina sebagai negara merdeka. Kemudian, negara-negara lain di Asia Tenggara seperti Thailand, Burma (sekarang Myanmar), dan India juga memberikan pengakuan kepada Indonesia.

Proses negosiasi diplomatik tidak hanya dilakukan dengan negara-negara di Asia Tenggara, tetapi juga dengan negara-negara di luar kawasan. Indonesia mengirimkan duta besar dan perwakilan khususnya ke berbagai negara di dunia untuk meminta pengakuan kedaulatan. Hasilnya, Indonesia berhasil mendapatkan pengakuan dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Inggris.

Bagikan:

Tags