Rumus Menghitung Bruto Netto Tara: Panduan Lengkap

Kenji

Bruto, netto, dan tara adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia bisnis dan keuangan. Ketiga istilah ini berkaitan erat dengan perhitungan berbagai hal, seperti pendapatan, harga barang, dan berat kemasan. Namun, tidak semua orang memahami dengan jelas apa yang dimaksud dengan bruto, netto, dan tara, serta bagaimana cara menghitungnya. Dalam artikel ini, kami akan membahas secara rinci rumus menghitung bruto netto tara, serta memberikan contoh dan penjelasan yang relevan.

Apa yang Dimaksud dengan Bruto, Netto, dan Tara?

Sebelum membahas rumus menghitung bruto netto tara, penting untuk memahami pengertian dari masing-masing istilah tersebut.

1. Bruto

Bruto adalah jumlah keseluruhan dari suatu hal, tanpa dikurangi oleh apapun. Dalam konteks bisnis, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan total pendapatan, total penjualan, atau total produksi. Misalnya, jika Anda memiliki perusahaan dan total pendapatan tahun ini adalah 1 miliar rupiah, maka jumlah tersebut dapat disebut sebagai “bruto pendapatan”.

2. Netto

Netto adalah jumlah yang diperoleh setelah mengurangi biaya atau potongan dari jumlah bruto. Dalam konteks bisnis, netto sering digunakan untuk menggambarkan keuntungan bersih atau pendapatan setelah dikurangi pajak dan biaya operasional. Misalnya, jika total pendapatan tahun ini adalah 1 miliar rupiah dan total biaya operasional adalah 500 juta rupiah, maka keuntungan bersih atau “netto” adalah 500 juta rupiah.

Bagikan:

Tags