Rumus Titrasi Asam Basa dan 4 Bentuk Kurvanya – idschool

Kenji

Pendahuluan

Titrasi asam basa adalah metode penting dalam kimia analitik yang digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan asam atau basa. Rumus-rumus yang terkait dengan titrasi asam basa sangatlah penting untuk dipahami agar dapat menginterpretasikan hasil-hasil titrasi dengan tepat. Dalam artikel ini, kita akan membahas rumus-rumus yang terkait dengan titrasi asam basa dan empat bentuk kurvanya.

Titrasi Asam Basa

Titrasi asam basa melibatkan reaksi kimia antara suatu asam dengan suatu basa dengan menggunakan indikator yang sesuai. Tujuan dari titrasi ini adalah untuk menentukan konsentrasi suatu asam atau basa yang tidak diketahui dengan menggunakan larutan standar yang diketahui konsentrasinya. Dalam titrasi asam basa, larutan standar asam atau basa ditambahkan secara bertahap ke larutan yang akan dititrasi sampai tercapai titik ekuivalen. Titik ekuivalen adalah titik di mana jumlah mol asam dan basa yang bereaksi telah sama.

Indikator dalam Titrasi Asam Basa

Indikator adalah zat yang berubah warna pada pH tertentu. Pemilihan indikator yang tepat sangat penting dalam titrasi asam basa karena indikator yang digunakan harus memiliki perubahan warna yang terjadi di sekitar pH titik ekuivalen. Beberapa contoh indikator yang umum digunakan dalam titrasi asam basa adalah fenolftalein, metil jingga, metil merah, dan bromtimol biru.

Rumus Titrasi Asam Basa

Ada beberapa rumus yang terkait dengan titrasi asam basa yang sangat penting untuk diketahui. Rumus-rumus tersebut melibatkan hubungan antara konsentrasi, volume, dan jumlah mol asam atau basa dalam suatu titrasi.

Bagikan:

Tags